Word for These Days
Jumat, 05 Agustus 2011
Tugas Studi Jurnal
Rabu, 09 Maret 2011
PENGARUH KEGEL EXERCISE TERHADAP KEJADIAN INKONTINENSIA URINE IBU POST PARTUM
Teknik senam kegel
Teknik senam kegel ini dapat dilakukan selama 6 detik, dan anda dapat menghitung 1, 2 , 3 sampai 6 detik untuk menghitung saat melakukan latihan ini.
Anda dapat melakukan langkah tersebut selama kurang lebih 20 menit setiap hari. Dan alternatif lain yang lebih efektif dengan tahapan langkah tambahan sebagai berikut:
1-5. sama seperti diatas
Alternatif teknik lain :
Hand out keperawatan Maternitas oleh Yanita Trisetyaningsih, S.Kp., Ns. PSIK STIKES A. Yani Yogyakarta 2011.
Senin, 25 Oktober 2010
Cinta Ujian Setengah HATI
Nb : * kamu adalah panggilan terhadap jawaban dari soal2 yang tersembunyi di dalam setiap inchi soal-soal yang berada di meja ku...
Menyenangkan sekali ya, aku bisa merasakannya, diktat-diktatku menertawaiki dari selesai ujian tadi hingga aku sampai di rumah sekarang ini...
Soal macam apa itu, aku dikelabui dari atas, bawah, kanan dan kiri. Padahal aku sudah se-yakin-yakinnya dengan jawaban-jawaban yang telah kutulis... Huhuhu aku bakal menangis semalam... (ya, mungkin tidak separah itu..) Tapi, tetap, penyesalanku amat mendalam terhadap Osteomielitis, Rematoid Artritis dan Fraktur. walaupun aku sudah berusaha menebak, tebakanku salah,,,meleset dan terkelabaui dengan telak...tertohok...sangat... T_T...
Mari kita flashback kembali soal tadi.. {walaupun aku berat membuka kembali diktat-diktatku}...
1. Zat yang paling dibutuhkan tulang... (kata temanku jawabannya Calsium)
2. Peradangan pada osteomielitis akut terjadi pada organ....
Jawab : Mielum
3. Etiologi osteomielitis akut ....
a. Stafilokokus b. Streptokokus c. Pneumokokus d. E.coli e. M.tbc
Jawab : Stafilokokus
4. Lupa, sola kasus ditanya apa penyakit ibu itu...
a. Osteomielitis b. osteomalasia c. Osteoporosis
Jawab : Osteoporosis
5. Evaluasi diagnostik dari osteomielitis akut...
a. Penurunan leukosit b. Peningkatan LED
Jawab : peningkatan LED
6. Penatalaksanaan buat ibu tadi rendam dalam cairan ...
a. NS hangat 20 menit b. NS hangat 30 menit
c. RL hangat 20 menit d. RL hangat 30 menit
7. Penatalaksanaan osteomielitis akut...
jawab : Pantau adanya TVD, Luka ditutup rapat untuk menutup rongga mati ... lupa
8. Akibat merokok pada laki-laki
a. Penurunan estrogen b. meningkatnya estrogen
c. Penurunan progesteron c. Meningkatnya progesteron
e. Mempercepat menopause
Jawab :
9. Asupan Kalsium pada pria berusia...
Jawab : 1200 mg
10. Gambaran klinis artritis reumatoid terjadi kekakuan di...
Jawab : Pagi hari bersifat generalisata
11.Prioritas keperawatan pada RA...
jawab: menghilangkan nyeri, mobilitas n konsep diri yang positif serta kemandirian (E benar semua)
12. Penyebab kasus ibu yang kedua...
Jawab : ketidakstabilan tungkai
13.Penatalaksanaan nya buat Ibu tadi...
Jawab : tidur di matras sedang, tirah baring, miring dengan lutu dan panggul difleksikan, kompres hangat atau infra merah (E benar semua)
14. Soalnya mirip, cuma beda di pilhan tidur miring dengan lutu fleksi atau miring dengan lutut fleksi
15.Yang bukan merupakan komplikasi fraktur...
a. Nonunion c. Fat embolism d. Kompartemen sindrom Lupa apa lagi
Jawab : a. Nonunion
16. Yang sering terjadi pada tulang panjang adalah...
a. Nonunion c. Fat embolism Sindrom c. Kompartemen sindrom
Jawab : c. Fat embolisme sindrom
17. Yang tidak perlu ditanyakan pada pasien fraktur...
Jawab : Riwayat penggunaan obat Non Steroid
18. Fraktur dimana ada dua garis pada satu tulang yang sama...
Jawab : aku ragu antara Fraktur segmental dan fraktur komunitif
19. Derajat fraktur [ada keadaan fraktur dengan kontusio jaringan lunak bagian dalam dan pembengkakan...
Jawab : Tingkat 2
20.Tindakan pada Fraktur terbuka ...
Jawab : Nggak tau, aku cuma tau intinya dia itu PEHA (pembersihan luka, Exici, Hecting SItuasi, Antibiotik)
21. Diagnostik pasti Fraktur...
Jawab : 2 dan 4 (C) deformitas sama krepitasi
Lanjutannya apa ya,,, gak inget...
Pokoknya dari beberapa soal itu, dengan pintarnya aku tertipu sehingga hanya bisa menjawab 10 soal benar dari 21 itu, sedangkan ada 30 soal, sisanya ttg intervensi yang belibet... dan 2 soal esai (semoga keberuntungan berada di pihak essay yang telah saya jawab) dimohon pak,,,
Soal esai :
1. Sebutkan 3 macam diagnosa fraktur.
2. Buat intervensi dari salah satu dioagnosa tersebut.
Kalo inget ujian tadi, inget eun jo,, paegi ke pinggir danau then choose some items on my bag.. and go packing... but before i go, Ki Hoon ask me to go home... (ohhh only in my dreams)

And the end of story I just keep my eyes watch n waiting a good news or a bad news I will get??? oh my,,,,
Apa salahku,,, kau buat begini... Oh my god...
Whatever the result,, I just can believe myself,,, n keep moving forward like Robinson said... Keep fighting like Han Ji en said... Lat Tahzan innallahama'ana...
Kamis, 14 Oktober 2010
Hapalan di saat aku buat Catatan Lebay
A. Zaman Purba
Pekerjaan merawat berkaitan dengan naluri "mother instinct" dalam (merawat orang lemah dan merawat anak. Berikut ini perawatan orang primitif :
1. Merawat dan mengobati luka-luka
2. Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atau perawatannya menggunkaan air (kompres)
3. Membuka abses dengan menggunakan batu-batu tajam
4. Menghentikan perdarahan dengan menggunakan batu-batu panas
5. Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit
Pengaruh Kepercayaan
a. Ajaran Alam
alam yang memberikan petunjuk tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang berdarah diberi balutan atau kain yang berwarna merah, kalo sakit kuning diberi obat minum dari akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning.
b. Ajaran Transmigrasi
Percaya adanya kekuatan pemindahan. misalnya kalo wanit akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan membuka lebar-lebar semua pintu
Perawatan pada berbagai bangsa dan negara:
a. Mesir
Dewa pengobatan dewa Isis. Ilmu ketabiban muncul pd 4800 SM. Sudah menggunakan spalk, bidai, alat pembalut, ilmu anatomi, ilmu higiens umum dan ilmu ttg obat. Kitab Papyrus memuat 700-an resep obat dari Mesir
b. Babylon dan Syria
Ilmu anatomi dan obat ada sejak bbrapa abad SM. pd abad 680 SM sudah mampu menahan mimisan dan mengobati jerawat. Pengobatan dan perawatan berhubungan dengan kepercayaan menyembah dewa.
c. Yahudi Kuno
Ilmu dapet dari Mesir. Misalnya : yang terkenal adalah Musa, Ahli higiene. Yahudi memajukan minat besar dalam kebersihan umum dan kebersihan diri. UU ini menjadi dasar higiene modern dan sesuai dgn bakteriologi zaman sekarang, misalnya :
- Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan dimakan
- Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
- Pelarangan makan Babi krn menyebabkan suatu penyakit
- Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya sehingga dapat diambil tindakan.
d. India
Memuja dan meminta pertolongan kepada dewa dikuil untuk menyembuhkan orang sakit. Telah didirikan RS pada masa Raja Asoka kurang lebih 8 RS yang lalu dijadikan sekolah pengobatan dan perawatan.
e. Tiongkok
TElah mengenal penyakit Siphilis dan GO. Pencacaran telah dilakukan 1000 SM. Ilmu urut dan psikoterapi.
Orang yang terkenal dlm ketabiban :
1. Seng Lung, "bapak pengobatan, ahli PDL telah mengunakan obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral (garam-garaman). Semboyan : Lihat, Dengar, Tanya Rasa
2. Chang Chung Ching, 200 SM, mengerjakan lavement menggunakan bambu.
f. Yunani
Pada zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheis). Dewa pengobatan, Putri. Dewa kesehatan, Higiene. Kuil untuk pemujaan sekaligus pengobatan dan perawatan orang sakit dibangun pada 1134 SM. Orang-orang ternama dalam ketabiban :
- Hipocrayes, hidup 400 SM -> Bapak pengobatan. Jasa:
^ Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini
^ Penyakit bukan karena setan tetapi karena rusaknya UU alam.
^ Mengembangkan teknik pemeriksaan badan
^ Mengajarkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara prikemanusiaan
^ Mengajarkan tentang makanan si sakit
^ Menganjurkan supaya penderitasakit jiwa dirawat ber-prikemanusiaan
^ Mengajarkan tt semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, bertanggungjawab thd si sakit yang menjadi sumpah hipocrates.
- Plato, ahli filsafat, otak sbg pusat kesadaran
_ Aristoteles, ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu hayat.
g. Roma
RS nya disebut Valentrumdinari. Di swiss ditemukan barang ex. peralatan huknah, pot salep, istrumen bedah (pisau, pinset, klem arteri, spekulum). Terkenal : Julius Caesar (1010-44 SM). Wali negara yang mengakui guru higiene dan menganjurkan kesehatan dan kebersihan.
h. Irlandia
Pengetahuan tt pengobatan sudah tahu lama SM. Abad ke 3 SM, putri Macha mendirikan RS Broin Beargh ut orang miskin sakit.
i. Amerika
Bangsa Asteken mendirikan RS sederhana di Amrik Utara, RS San Jesu Nazarenco didirikan San Cortez dari Meksiko pada 1521.
Zaman Permulaan Masehi
Mengenal Agama. Lord Konstantine agama Kristen berkembang. Ia mendirikan Xenodhoechim atau hospes, t4 penampungan org yang butuh pertlgn trtm perawatan dan pengobatan orang sakit. Ada Monastic Hospital, ada bangsal-bangsal orang sakit, cacat, miskin dan yatim piatu.
Asia barat daya yaitu timur tengah Agama islam. berkembang ilmu pasti, higiene, kimia dan obat. Keperawatan lebih maju. Prinsip dasar kebersihan diri, makanan, air dan lingkungan. Tokoh terkenal Rufaidah
Zaman Pertengahan Masehi
Orientasi kekuasaan. Banyak perang, eksploitasi kekayaan alam (kolonialisme), tempat ibadah tutup. Pengaruh pada keperawatan:
1, ber
Jumat, 16 Juli 2010
LUKA
WOUND HEALING
I. PENDAHULUAN
Luka atau vulnera adalah hilangnya kontinuitas dari jaringan tubuh baik pada kulit, membran mukosa, otot dan saraf. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, sengatan listrik, atau gigitan hewan.
Penyembuhan luka yang normal memerlukan suatu rangkaian peristiwa yang kompleks yang terjadi secara simultan pada jaringan epidermis, dermis dan subkutis, itu suatu yang mudah membedakan penyembuhan pada epidermis dengan penyembuhan pada dermis dan perlu diingat bahwa peristiwa itu terjadi pada saat yang bersamaan. Proses yang kemudian terjadi pada jaringan yang rusak ini ialah penyembuhan luka yang dibagi dalam tiga fase yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase remodelling jaringan yang bertujuan untuk menggabungkan bagian luka dan mengembalikan fungsinya.
II. KLASIFIKASI LUKA
Jenis-jenis luka dapat dibagi atas dua bagian, yaitu luka terbuka dan luka tertutup
1. Luka terbuka; terbagi pada luka tajam dan luka tumpul
a) Luka tajam
- Vulnus scissum adalah luka sayat atau luka iris yang ditandai dengan tepi luka berupa garis lurus dan beraturan.
- Vulnus ictum atau luka tusuk adalah luka akibat tusukan benda runcing yang biasanya kedalaman luka lebih daripada lebarnya.
b) Luka tumpul
- Luka tusuk tumpul
- Vulnus sclopetorum atau luka karena peluru (tembakan).
- Vulnus laceratum atau luka robek adalah luka dengan tepi yang tidak beraturan, biasanya oleh karena tarikan atau goresan benda tumpul.
- Vulnus penetratum
- Vulnus avulsi
- Fraktur terbuka
- Vulnus caninum adalah luka karena gigitan binatang.
2. Luka Tertutup
- Ekskoriasi atau luka lecet atau gores adalah cedera pada permukaan epidermis akibat bersentuhan dengan benda berpermukaan kasar atau runcing.
- Vulnus contussum ( luka memar ); di sini kulit tidak apa-apa, pembuluh darah subkutan dapat rusak, sehingga terjadi hematom. Bila hematom kecil, maka ia akan diserap oleh jaringan sekitarnya. Bila hematom besar, maka penyembuhan berjalan lambat.
- Bulla akibat luka bakar
- Hematoma
- Sprain ; kerusakan (laesi) pd ligamen- ligamen / kapsul sendi
- Dislokasi ; terjadi pada sendi- sendi, hubungan tulang - tulang di sendi lepas / menjadi tdk normal sebagian
- Fraktur tertutup
- Laserasi organ interna/ Vulnus traumaticum; terjadi di dalam tubuh, tetapi tidak tampak dari luar. Dapat memberikan tanda-tanda dari hematom hingga gangguan sistem tubuh. Bila melibatkan organ vital, maka penderita dapat meninggal mendadak.
III. JENIS-JENIS PENYEMBUHAN LUKA
Penyembuhan luka dapat terjadi secara :
I.Per Primam
Yaitu penyembuhan yang terjadi setelah segera diusahakan bertautnya tepi luka biasanya dengan jahitan. Luka-luka yang bersih sembuh dengan cara ini, misalnya luka operasi dan luka kecil yang bersih. Penyembuhannya tanpa komplikasi, penyembuhan dengan cara ini berjalan cepat dan hasilnya secara kosmetis baik.
Fase-fase penyembuhan luka : 1) fase perlekatan luka, terjadi karena adanya fibrinogen dan limfosit, dan terjadi dalam 24 jam pertama. 2) fase aseptik peradangan, terjadi kalor, dolor, rubor, tumor dan functio laesa, pembuluh darah melebar dan leukosit serum melebar, sehingga terjadi edema. Terjadi setelah 24 jam. 3) fase pembersihan ( initial phase ), karena edema, leukosit banyak keluar untuk memfagositosis jaringan yang telah mati. 4) fase proliferasi, pada hari ketiga, fibroblas dan kapiler menutup luka bersama jaringan kolagen dan makrofag. Semua ini membentuk jaringan granulasi. Terjadi penutupan luka, kemudian terjadi epitelisasi. Pada hari ketujuh penyembuhan luka telah bagus. Berdasarkan hal ini pada luka bersih, (kecuali pada daerah yang banyak bergerak) jahitan dibuka minimal pada hari ke-7.
Fase-fase penyembuhan luka terbagi atas 3 :
1.Fase inflamasi
Peristiwa awal yang terjadi pada penyembuhan luka yaitu fase inflamasi, merupakan respons vaskuler dan seluler terhadap luka. Inflamasi dapat terjadi melalui aksi neutrofil, makrofag, dan limfosit yang di mediasi oleh growth factor dan mikrovaskuler dan perdarahan. Kemudian terjadi vasokonstriksi selama 5-10 menit yang diperantarai oleh epinefrin, prostaglandin, serotonin dan tromboxan. Vasokonstriksi menyebabkan luka menjadi pucat, mengurangi perdarahan, membantu agregasi platelet, dan menjaga agar komponen-komponen penyembuhan luka tetap berada dalam luka. Platelet yang diaktivasi oleh trombin akan melepaskan IGF-1, TGFα, TGFβ, dan PDGF, yang akan menyebabkan leukosit dan fibroblast berkumpul di dalam luka.
Fase inflamasi berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira-kira hari ke-5. Segera setelah timbulnya luka, terjadi vasokonstriksi luka yang menghentikan perdarahan, dan darah dalam luka akan membeku. Dalam waktu 5 - 10 menit vasodilatasi lokal timbul dan plasma merembes dari venula kecil ke jaringan sekitarnya. Leukosit polimorfonuklear dan monosit makin kental dan melekat pada endothelium kapiler. Segera seteleh itu, sel akan berpindah dari kapiler serta memulai pembersihan sel rusak dan bekuan darah melalui proses fagositosis. Leukosit polimorfonuklear paling jelas terlihat selama tahap awal reaksi ini. Pada peradangan kronis, leukosit mononuklear merupakan fagosit dominan dan dapat bergabung membentuk sel datia. Pada fase inflamasi ini terdapat beberapa proses yang berlangsung yaitu hemostasis dan inflamasi.
2. Fase proliferasi atau fase fibroplasti
Fase proliferasi berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira-kira 3 minggu. Bersifat proliferasi dan pembentukan fibroblast yang berasal dari sel-sel mesenkhim. Fibroblas menghasilkan mukopolisakarida dan serat kolagen yang terdiri dari asam-asam aminoglisin, prolin dan hidroksiprolil. Mukopolisakarida mengatur serat-serat kolagen yang akan mempertautkan tepi luka. Serat-serat baru akan dibentuk, diatur, mengkerut, yang tidak diperlukan dihancurkan, dengan demikian luka mengkerut/mengecil.
Pada fase ini luka diisi oleh sel radang fibroblast, serat-serat kolagen, kapiler-kapiler baru, membentuk jaringan kemerahan dengan permukaan tidak rata, disebut jaringan granulasi.
Epitel sel basal di tepi luka lepas dari dasarnya dan pindah menutupi dasar luka, tempat diisi hasil mitosis sel lain. Proses migrasi epitel hanya berjalan ke permukaan yang rata atau yang lebih rendah, tak dapat naik.
Pembentukan jaringan granulasi berhenti setelah seluruh permukaan luka tertutup epitel dan mulailah proses pen"dewasaan" penyembuhan luka.
- Fase remodelling
a. Kolagen
Fase terakhir dan terlama dalam penyembuhan luka yaitu remodeling. Dapat berlangsung berbulan-bulan dan berakhir bila tanda radang sudah hilang. Proses utama yang terjadi yaitu remodelling kolagen yang dinamis dan pematangan jaringan parut. Penyimpanan kolagen pada hampir semua jaringan, termasuk luka merupakan keseimbangan antara aktivitas dan sintesis kolagen, dimana produksi dan degradasi ini berjalan terus menerus.
Remodelling kolagen selama fase ini bergantung pada berlangsungnya sintesis kolagen, dan adanya destruksi kolagen. Kolagenase dan matriks metalloproteinase (MMPs) terdapat pada luka untuk membantu pembuangan kolagen berlebihan pada sintesis kolagen baru yang berlangsung lama. Penghambat jaringan metalloproteinase membatasi enzim kolagenase ini sehingga terdapat keseimbangan antara pembentukan kolagen baru dan pembuangan kolagen lama.
Selama remodelling, fibronektin secara bertahap dan asam hyaluronat dan glikosaminoglikan akan digantikan proteoglikan. Kolagen tipe III digantikan oleh kolagen tipe I. Cairan diabsorbsi dari jaringan parut.
Fase remodelling atau fase resorbsi dapat berlangsung berbulan-bulan. Dikatakan berakhir bila tanda-tanda radang sudah menghilang. Parut dan sekitarnya berwarna pucat, tipis, lemas dan tidak ada rasa sakit maupun gatal. Di sini proses kontraksi parut kelihatan dominan.
Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang lebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Udem dan sel-sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebihan diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan kira-kira 80% kemampuan kulit normal Hal ini kira-kira terjadi 3 - 6 bulan setelah penyembuhan.
b. Sitokin
Sitokin memungkinkan berjalannya seluruh komunikasi untuk interaksi antar sel. Mereka mungkin juga berperan penting dalam jalur farmakologis klinis diberbagai tempat penatalaksanaan penyembuhan luka. Misalnya, sitokin tampaknya mengatur peranan dan pengaturan fibrosis, penyembuhan luka kronik, cangkokan kulit, vaskularisasi, peningkatan kekuatan tendon dan barangkali juga mengendalikan proses keganasan. Sitokin merupakan protein non antibodi yang dilepaskan dari beberapa sel dan berfungsi sebagai mediator intraseluler. Sitokin terdiri dari limfokin dan interleukin.
FGF dasar (faktor pertumbuhan fibroblast) merupakan sitokin lain yang terikat pada heparin dan glikosaminoglikan yang mirip heparin. Sitokin ini merupakan suatu factor angiogenik yang kuat, menyebabkan migrasi sel epitel yang makin banyak, dan mempercepat kontraksi luka.
EGF (faktor pertumbuhan epidermis) adalah sitokin yang merangsang migrasi dan mitosis epitel. Sitokin ini dilaporkan dapat mempercepat reepitelisasi lokasi donor luka bakar.
II. Per Secundam
Proses penyembuhan ini terjadi lebih kompleks dan lebih lama. Luka jenis ini biasanya tetap terbuka. Dapat dijumpai pada luka-luka dengan kehilangan jaringan, terkontaminasi/terinfeksi. Penyembuhan dimulai dari lapisan dalam dengan pembentukan jaringan granulasi. Tujuan ini diperoleh dengan pembentukan jaringan granulasi dan kontraksi luka.
III. Per tertiam atau per primam tertunda
Disebut pula delayed primary closure. Terjadi pada luka yang dibiarkan terbuka karena adanya kontaminasi, kemudian setelah tidak ada tanda-tanda infeksi dan granulasi telah baik, baru dilakukan jahitan sekunder (secondary suture), setelah tindakan debridemen, dan diyakini bersih, tepi luka dipertautkan (4 - 7 hari).
IV . PENYEMBUHAN LUKA ABNORMAL
Keloid dan jaringan parut hipertropi.
Keloid adalah pertumbuhan yang berlebihan dari jaringan fibrosa padat yang biasanya terbentuk setelah penyembuhan luka pada kulit. Jaringan ini meluas melewati batas luka sebelumnya dan tidak mengalami regresi spontan dan cenderung tumbuh kembali setelah dilakukan eksisi. Keloid sulit dibedakan dengan scar hipertrofi, tetapi pada scar hipertrofik jaringan parut tidak meluas melampaui batas luka sebelumnya dan mengalami regresi spontan.
Beberapa faktor yang berpengaruh pada timbulnya keloid sebagai berikut:
- Herediter dan ras: pada bangsa negro lebih sering terjadi dibanding bangsa berkulit putih
- Umur dan faktor endokrin : keloid sering timbul pada usia muda, perempuan dan kehamilan.
- Jenis luka : keloid sering terjadi setelah adanya luka trauma karena bahan kimia, misalnya luka bakar, juga oleh proses peradangan yang lama sembuh.
- Lokasi trauma : luka dan peradangan yang terjadi di daerah presterna, kepala, leher, bahu dan tungkai bawah lebih mudah terjadi keloid.
V . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA
a. Faktor lokal:
1. Besar/lebar luka
Luka lebar atau besar biasanya sembuh lebih lambat dari luka kecil
2. Lokalisasi luka
Luka-luka yang terdapat di daerah dengan vaskularisasi baik (kepala dan
wajah) sembuh lebih cepat daripada luka yang berada di daerah dengan
vaskularisasi sedikit/buruk. Luka-luka di daerah banyak pergerakan (sendi
sendi) sembuh lebih lambat daripada di daerah yang sedikit/tidak bergerak
3. Kebersihan luka
Luka bersih sembuh lebih cepat dari luka kotor
4. Bentuk luka
Luka dengan bentuk sederhana sembuh lebih cepat. Misalnya vulnus ekskorisio atau vulnus scissum sembuh lebih cepat dari vulnus laceratum.
5. Infeksi
Luka terinfeksi sembuh lebih sulit dan lama..
b. Faktor umum:
1. Usia pasien
Pada anak-anak dan orang muda luka sembuh lebih cepat dibandingkan pada orangtua.
2. Keadaan gizi
Pada penderita dengan gangguan gizi misalnya malnutrisi, defisiensi dan avitaminosis vitamin tertentu, anemia, kaheksia, dan sebagainya, luka sembuh lebih lambat.
3. Penyakit penderita
Pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya diabetes militus, terutama yang tak terkendali, luka sukar dan lambat sembuhnya
ak dapet tambahan juga dr blog puskesmas jg,, tpi di-check lg kalo salah ya...^_^vPenatalaksanaan
- Antisepsis sekitar luka
- Cuci dengan betadine
- Pada fraktur terbuka : cuci dengan NaCl 0,9%
- Antisepsis luka
- Untuk luka kotor : cuci dengan H2O2 (perhidrol) kemudian NaCl 0,9%
- Untuk fraktur terbuka : cuci dengan NaCI 0,9%
- Untuk luka bersih : cuci
- Selanjutnya beri betadine -> untuk semua jenis luka
- Hecthing (Jahit) kalau memang diperlukan
Perhatikan :
luka dengan fraktur/ruptur tendon jangan dijahit, tetapi dicuci dengan NaCl 0,9% -> tutup dengan kasa steril, bila ada perdarahan -> ditampon / verban -> rujuk ke RSUD.
Pengobatan
- Bila luka kotor/lebar/dalam beri ATS 1.500 IU (tes dulu) atau TT 0,5 ml
- Inj. PP (tes dulu) atau inj Ampisilin 4x500mg-1gr per hari
- Amoksisilin 3-4×500 mg
- Analgesik -> jika perlu
Catatan Penting
- Luka lecet cukup diolesi betadine tanpa ditutup, tanpa ATS, tanpa AB
- Luka kecil yang hanya membutuhkan 1 jahitan boleh tanpa anestesi
- Anestesi lokal diberikan sebelum luka dibersihkan, untuk mengurangi rasa sakit
- Luka pada kepala, cukur dulu sekitar luka sebelum dijahit. Jahitan pada kepala dapat diangkat pada hari kelima atau kurang
- Luka yang cukup dalam harus dijahit berlapis, bagian dalam memakai cut gat dan bagian luar memakai silk
- Luka yang cukup panjang, jahitan sebaiknya mulai dari tengah
- Luka berbentuk V, sudut dasar V dijahit terdahulu
- Luka yang banyak mengeluarkan darah, terlebih dahulu klem dan jahit yang rapat pada sumber darah. Jika darah berhenti -> jahitan dilanjutkan.
- Setelah selesai dijahit ternyata masih merembes -> bongkar -> Jahit ulang -> bekas jahitan didep agak kuat. Jika masih merembes -> rujuk ke RSUD
- Pada kondisi terputusnya pembuluh darah besar -> klem/dep/ tampon yang kuat dengan kasa steril -> rujuk ke RSUD dengan infus terpasang
- Selesai menjahit, dengan pinset sirurgi tepi kulit dibuat ektropion (membuka keluar)
- Kontrol sebaiknya pada hari 3-4 setelah dijahit -> angkat jahitan pada hari ke 6-7
- Pada luka yang terlalu panjang atau terjadi infeksi -> jahitan diangkat selang-seling (tidak sekaligus)
- Pada waktu mengangkat jahitan, benang yang dipotong yaitu pada ujung yang berlawanan dengan simpul (untuk menghindari benang bagian luar ikut menyusup ke dalam)
- Kalau pada jahitan terdapat PUS -> buka -> bersihkan, kompres dengan Revanol 2 kali sehari
- Tidak semua luka perlu ATS -> lihat kriteria di atas