Word for These Days

Never become Weak. Never Give up!!! [SHINee a-yo]
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2011

Tugas Studi Jurnal


Jurnal : Hubungan karakteristik responden dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas oleh bidan praktek swasta di wilayah kerja Batu Enam Pematangsiantar Tahun 2010.

1.      Permasalahan 
a.       Masalah yang dibahas peneliti dalam penelitian kali ini adalah hubungan antara karakteristik responden dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas oleh bidan praktek swasta di wilayah kerja Batu Enam Pematangsiantar Tahun 2010.
b.      Tujuan :
1.      Tujuan umum :
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas oleh Bidan Praktek Swasta di wilayah kerja Puskesmas Batu Enam Pematangsiantar tahun 2010.
2.      Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
a)      Untuk mengetahui karakteristik Bidan Praktek Swasta berdasarkan umur, pendidikan, dan pengalaman kerja.
b)      Untuk mengetahui tingkat pelaksanaan pencegahan infeksi nifas.
c)      Untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas

2.      Analisis :
a.       Desain Penelitian :
Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional.
b.      Populasi dan Sampel :
Populasinya adalah seluruh bidan praktek swasta di wilayah kerja Puskesmas Batu Enam Pematangsiantar. Teknik sampling yang digunakan adalah totally sampling, jadi seluruh bidan yang bekerja di wilayah Puskesmas tersebut menjadi sampel yaitu sebanyak 40 orang.
c.       Teknik Analisis Data :
1)      Analisis Univariat : hasil pengumpulan data disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan frekuensi.
2)      Analisis Bivariat : hubungan antara karakteristik responden dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas dilakukan diuji dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.

3.      Hasil Penelitian :
a.       Karakteristik Responden :
Sebagian besar berumur antara 22 – 39 tahun sebanyak 23 orang ( 57,5%), dan sebagian kecil berumur 40 – 56 tahun sebanyak 17 orang ( 42,5%). Berdasarkan pendidikan responden, dapat dilihat bahwa dari 40 responden sebagian besar berpendidikan D – I Kebidanan sebanyak 22 orang ( 55%), dan sebagian kecil berpendidikan D – III Kebidanan sebanyak 18 orang ( 45%).Berdasarkan lama bekerja, dapat dilihat bahwa dari 40 responden sebagian besar mempunyai pengalaman kerja 14 – 26 tahun sebanyak 27 orang ( 67,5% ), dan sebagian kecil mempunyai pengalaman kerja 1 – 13 tahun sebanyak 13 orang ( 32,5% )
b.      Pelaksanaan Pencegahan nifas oleh bidan :
Dari 30 langkah prosedur pencegahan infeksi nifas, tindakan yang paling banyak dilakukan responden yaitu bidan melepaskan seluruh perhiasan di jari dan di tangan sebanyak 33 orang ( 82,5% ) dan tindakan yang paling sedikit dilakukan bidan yaitu bidan memakai sarung tangan sesuai dengan ukuran tangan yaitu sebanyak 13 responden ( 32,5% )
c.       Pelaksanaan responden dalam pencegahan infeksi nifas :
Pelaksanaan responden tentang pencegahan infeksi nifas terbagi dalam 2 kategori yaitu kurang dan baik. Dari 40 responden sebagian besar mempunyai tingkat pelaksanaan kurang sebanyak 24 orang ( 60%) dan sebagian kecil mempunyai tingkat pelaksanaan baik sebanyak 16 orang ( 40% ) Pelaksanaan responden tentang pencegahan infeksi nifas terbagi dalam 2 kategori yaitu kurang dan baik. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 40 responden sebagian besar mempunyai tingkat pelaksanaan kurang sebanyak 24 orang ( 60%) dan sebagian kecil mempunyai tingkat pelaksanaan baik sebanyak 16 orang ( 40% )
d.      Hubungan karakteristik dengan pelaksanaan pencegahan nifas
1)      Umur

Rabu, 09 Maret 2011

PENGARUH KEGEL EXERCISE TERHADAP KEJADIAN INKONTINENSIA URINE IBU POST PARTUM


 Kegel Exercises
Kegel exercises adalah suatu rangkaian latihan yang didisain untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Banyak wanita dengan inkontinensia urin dapat mengurangi keluarnya air seni saat batuk, tertawa, bersin atau aktivitas lainnya melalui latihan pada otot-otot dasar panggul. Latihan ini disebut Kegel exercises.
Dr.Arnold Kegel mengembangkan Kegel exercises tahun 1948 sebagai suatu metode untuk mengendalikan inkontinensia (ketidakmampuan menahan air seni) pada wanita setelah melahirkan. Latihan ini sekarang direkomendasikan pada:
• Wanita dengan inkntinensia urin karena stress
• Pria dengan inkontinensia urin setelah operasi prostat
• Sesorang dengan gangguan inkontinensia faeses
Kegel exercises memperkuat otot-otot dasar panggul untuk meningkatkan fungsi spinter uretra dan rectum. Keberhasilan latihan ini tergantung pada teknik yang benar dan program latihan yang teratur.

Keuntungan Kegel exercises
Kegel exercises memperkuat beberapa otot-otot yang mengendalikan aliran urin. Kegel exercises direkomendasikan pada seseorang yang memiliki masalah dengan control perkemihan (inkontinensia urin).
Pada wanita, Kegel exercises membantu mereka yang menderita inkontinensia urin karena stress atau prolapsus uterin. Saat hamil dan melahirkan, otot dasar panggul dapat menjadi terulur dan melemah, umumny mengakibatkan masalah pengendalian kencing selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah melahirkan. Kelemahan dasar panggul dapat juga memungkinkan satu atau beberapa organ panggul longgar (prolapsus uterin). Jika anda sedang hamil, mulailah melakukan Kegel exercises setiap hari dan lanjutkan hingga sudah melahirkan
Kegel exercises mempersiapkan otot-otot dasar panggul mempunyai kekuatan mengedan tinggi saat proses melahirkan bayi. Selain itu, Kegel exercises membantu otot-otot dasar panggul relaksasi kembali ke bentuk dan kekuatan alamiahnya setelah proses melahirkan bayi.
Kehamilan, persalinan, kegemukan dan batuk berat dapat menjadi beban bagi otot panggul. Bila dasar otot panggul melemah, organ-organ panggul wanita akan melorot dan menonjol keluar lewat vagina. Kondisi tersebut dinamakan prolapsis uterus atau vagina yang seringkali membuat wanita kencing dan buang air tanpa sengaja (misalnya saat batuk atau bersin).

Latihan Kegel yang dilakukan secara rutin setiap hari, akan meningkatkan elastisitas otot-otot panggul. Pada saat melahirkan, otot-otot di panggul bawah akan meregang. Proses peregangan ini pada kebanyakan wanita tidak cukup untuk mengakomodasi pengeluaran kepala, atau kalau pun dapat, membutuhkan waktu yang lama. Dokter atau bidan yang membantu persalinan akan memotong otot (yang disebut episiotomi) di antara vagina dan rektum (anus) untuk memperluas jalan lahir, sehingga bayi dapat keluar dengan mudah dan juga untuk mencegah robekan yang tidak diinginkan. Setelah proses pelahiran, luka tersebut harus dijahit kembali. Pada otot yang elastisnya bagus, otot dapat meregang dengan maksimal sehingga tidak robek dan tidak perlu dilakuka episiotomi.


Melakukan Kegel exercises
Pertama, anda perlu mengetahui dimana otot ini berada dan seperti apa rasanya sehingga bisa melatihnya. Otot pubococcygeus adalah otot yang sama seperti saat anda menahan kencing. Saat anda kencing, cobalah untuk menahan aliran kencing dan teruskan kembali. Otot untuk menghentikan dan meneruskan kembali aliran kencing itulah otot yang akan dilatih. Anda harus merasakan bahwa otot panggulmu menekan saluran kencingmu dan jika perut dan pantatmu mengencang, maka anda tidak melakukan latihan dengan benar. Karena otot otot dasar panggul melingkari jalan keluar bayi, sangatlah penting otot otot ini dilatih karena otot yang terlatih dapat meregang dan berkontraksi dengan baik selama proses melahirkan.
Setelah menemukan dan merasakan otot pubococcygeus, anda dapat mulai berlatih. Yang paling gampang dilakukan adalah lakukan kontraksi pada otot ini, tahan selama hitungan 10 detik, kemudian rilekskan. Jika anda tidak dapat menahan kontraksi dalam hitungan tersebut, jangan patah arang, untuk itulah mengapa perlu berlatih senam kegel. Secara bertahap, otot ini akan semakin kuat. Ulangi langkah ini 10 kali pada kesempatan pertama dan tingkatkan intensitasnya pada kesempatan berikut.
Senam kegel selain sederhana dan mudah dilakukan, hanya membutuhkan beberapa menit dalam sehari. Bahkan orang lain tidak akan mengetahui saat anda berlatih kapanpun dan dimanapun. Di dalam mobil, antri ATM, saat berjalan, ketika menonton TV, saat berbaring, duduk, atau saat berjalan di escalator. Intinya, senam kegel bisa dilakukan dan dijadikan kebiasaan positif kapanpun juga.
Untuk hasil terbaik, senam kegel perlu dilakukan secara konstan setiap hari. Hasilnya tidak akan didapat dalam waktu sehari. Kebanyakan orang akan merasakan perubahan setelah 3 atau 4 minggu dengan berlatih beberapa menit setiap hari. Baik wanita maupun pria akan merasakan perubahan menakjubkan dengan kenikmatan saat senggama dan orgasme lebih intensif.

Teknik senam kegel

Teknik senam kegel ini dapat dilakukan selama 6 detik, dan anda dapat menghitung 1, 2 , 3 sampai 6 detik untuk menghitung saat melakukan latihan ini.
1. Kontraksi perlahan (hitung 1 detik )
2. Tetap kontraksi ( detik ke 2 )
3. Tetap kontraksi ( detik ke 3 )
4. Tetap kontraksi ( detik ke 4 )
5. Kontraksikan sekuat mungkin ( detik ke 5 )
6. Rileks ( detik ke 6 ) sebelum mulai langkah pertama kembali.

Anda dapat melakukan langkah tersebut selama kurang lebih 20 menit setiap hari. Dan alternatif lain yang lebih efektif dengan tahapan langkah tambahan sebagai berikut:
1-5. sama seperti diatas
6. Rileks 5 detik
7. Kontraksikan dengan cepat dan keras
8. Rileks (cepat)
9. Kontraksi (cepat)
10. Rileks (cepat)
11. Kontraksi (cepat)
12. Rileks beberapa detik dan mulai lagi pada nomor 1.


Alternatif teknik lain :
1. Kontraksi perlahan 5 detik
2. Kontraksi lebih keras 5 detik
3. Kontraksi sekuat mungkin 5 detik
4. Rileks 5 detik dan ulangi langkah 1
  Anda bisa juga mencoba ‘teknik elevator’. Kencangkan otot panggul, lalu secara bertahap lepaskan seperti lift yang turun dari lantai empat dan berhenti di setiap lantai. Ulangi sampai 10 kali sehari.

Pendapat yang salah: Beberapa orang merasa bahwa mereka dapat mempercepat peningkatan dengan cara penambahan jumlah pengulangan dan frekuensi latihan. Meskipun demikian, latihan yang berlebihan sebaliknya dapat membuat otot melemah dan meningkatkan masalah ngompol. Jika anda merasa kurang nyaman pada perut dan punggung ketika melakukan latihan ini, kemungkinan anda melakukannya dengan cara yang salah.

Yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Latihan
-          Pastikan anda menggunakan otot yang benar atau jika ragu konsultasikan dengan dokter
atau perawat anda.
-          Jangan mengencangkan otot-otot lain (contoh, perut atau kaki) pada saat melakukan latihan Kegel. Anda harus fokus pada otot-otot panggul.
-          Jangan menahan napas saat melakukan latihan agar tubuh dan otot-otot anda tetap menerima pasokan oksigen, demikian juga untuk latihan otot yang lain. Rileks dan konsentrasi pada kontraksi hanya pada otot-otot dasar panggul. Saat melakukan dengan cara yang benar, Kegel exercises akan menunjukkan hasil yang sangat efektif pada perbaikan kontinensia urin.
-          Jangan melakukan latihan Kegel pada saat berkemih secara rutin, yaitu dengan menghentikan aliran urin dan mengeluarkannya pada saat anda benar-benar di kamar mandi. Tindakan ini dapat menyebabkan kandung kemih yang tidak benar-benar kosong, akibatnya dapat terjadi infeksi saluran kemih.
-          Mengencangkan otot panggul sebelum bersin, mengangkat beban berat, atau melompat dapat mencegah kerusakan otot-otot panggul.

Sumber :
http://stikesayaniyk.ac.id/attachments/article/76/ASUHAN%20KEPERAWATAN%20IBU%20HAMIL.pdf
Hand out keperawatan Maternitas oleh Yanita Trisetyaningsih, S.Kp., Ns. PSIK STIKES A. Yani Yogyakarta 2011.

Senin, 25 Oktober 2010

Cinta Ujian Setengah HATI

Bagaimana bisa, kamu* tak ada di setiap ku melihat.....

Nb : * kamu adalah panggilan terhadap jawaban dari soal2 yang tersembunyi di dalam setiap inchi soal-soal yang berada di meja ku...


Menyenangkan sekali ya, aku bisa merasakannya, diktat-diktatku menertawaiki dari selesai ujian tadi hingga aku sampai di rumah sekarang ini...

Soal macam apa itu, aku dikelabui dari atas, bawah, kanan dan kiri. Padahal aku sudah se-yakin-yakinnya dengan jawaban-jawaban yang telah kutulis... Huhuhu aku bakal menangis semalam... (ya, mungkin tidak separah itu..) Tapi, tetap, penyesalanku amat mendalam terhadap Osteomielitis, Rematoid Artritis dan Fraktur. walaupun aku sudah berusaha menebak, tebakanku salah,,,meleset dan terkelabaui dengan telak...tertohok...sangat... T_T...

Mari kita flashback kembali soal tadi.. {walaupun aku berat membuka kembali diktat-diktatku}...

1. Zat yang paling dibutuhkan tulang... (kata temanku jawabannya Calsium)

2. Peradangan pada osteomielitis akut terjadi pada organ....
Jawab : Mielum

3. Etiologi osteomielitis akut ....
a. Stafilokokus b. Streptokokus c. Pneumokokus d. E.coli e. M.tbc
Jawab : Stafilokokus

4. Lupa, sola kasus ditanya apa penyakit ibu itu...
a. Osteomielitis b. osteomalasia c. Osteoporosis
Jawab : Osteoporosis

5. Evaluasi diagnostik dari osteomielitis akut...
a. Penurunan leukosit b. Peningkatan LED
Jawab : peningkatan LED

6. Penatalaksanaan buat ibu tadi rendam dalam cairan ...
a. NS hangat 20 menit b. NS hangat 30 menit
c. RL hangat 20 menit d. RL hangat 30 menit

7. Penatalaksanaan osteomielitis akut...
jawab : Pantau adanya TVD, Luka ditutup rapat untuk menutup rongga mati ... lupa

8. Akibat merokok pada laki-laki
a. Penurunan estrogen b. meningkatnya estrogen
c. Penurunan progesteron c. Meningkatnya progesteron
e. Mempercepat menopause
Jawab :

9. Asupan Kalsium pada pria berusia...
Jawab : 1200 mg

10. Gambaran klinis artritis reumatoid terjadi kekakuan di...
Jawab : Pagi hari bersifat generalisata

11.Prioritas keperawatan pada RA...
jawab: menghilangkan nyeri, mobilitas n konsep diri yang positif serta kemandirian (E benar semua)

12. Penyebab kasus ibu yang kedua...
Jawab : ketidakstabilan tungkai

13.Penatalaksanaan nya buat Ibu tadi...
Jawab : tidur di matras sedang, tirah baring, miring dengan lutu dan panggul difleksikan, kompres hangat atau infra merah (E benar semua)

14. Soalnya mirip, cuma beda di pilhan tidur miring dengan lutu fleksi atau miring dengan lutut fleksi

15.Yang bukan merupakan komplikasi fraktur...
a. Nonunion c. Fat embolism d. Kompartemen sindrom Lupa apa lagi
Jawab : a. Nonunion

16. Yang sering terjadi pada tulang panjang adalah...
a. Nonunion c. Fat embolism Sindrom c. Kompartemen sindrom
Jawab : c. Fat embolisme sindrom

17. Yang tidak perlu ditanyakan pada pasien fraktur...
Jawab : Riwayat penggunaan obat Non Steroid

18. Fraktur dimana ada dua garis pada satu tulang yang sama...
Jawab : aku ragu antara Fraktur segmental dan fraktur komunitif

19. Derajat fraktur [ada keadaan fraktur dengan kontusio jaringan lunak bagian dalam dan pembengkakan...
Jawab : Tingkat 2

20.Tindakan pada Fraktur terbuka ...
Jawab : Nggak tau, aku cuma tau intinya dia itu PEHA (pembersihan luka, Exici, Hecting SItuasi, Antibiotik)

21. Diagnostik pasti Fraktur...
Jawab : 2 dan 4 (C) deformitas sama krepitasi


Lanjutannya apa ya,,, gak inget...

Pokoknya dari beberapa soal itu, dengan pintarnya aku tertipu sehingga hanya bisa menjawab 10 soal benar dari 21 itu, sedangkan ada 30 soal, sisanya ttg intervensi yang belibet... dan 2 soal esai (semoga keberuntungan berada di pihak essay yang telah saya jawab) dimohon pak,,,

Soal esai :
1. Sebutkan 3 macam diagnosa fraktur.
2. Buat intervensi dari salah satu dioagnosa tersebut.

Kalo inget ujian tadi, inget eun jo,, paegi ke pinggir danau then choose some items on my bag.. and go packing... but before i go, Ki Hoon ask me to go home... (ohhh only in my dreams)



And the end of story I just keep my eyes watch n waiting a good news or a bad news I will get??? oh my,,,,

Apa salahku,,, kau buat begini... Oh my god...

Whatever the result,, I just can believe myself,,, n keep moving forward like Robinson said... Keep fighting like Han Ji en said... Lat Tahzan innallahama'ana...

Kamis, 14 Oktober 2010

Hapalan di saat aku buat Catatan Lebay

Keperawatan Dunia

A. Zaman Purba
Pekerjaan merawat berkaitan dengan naluri "mother instinct" dalam (merawat orang lemah dan merawat anak. Berikut ini perawatan orang primitif :
1. Merawat dan mengobati luka-luka
2. Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atau perawatannya menggunkaan air (kompres)
3. Membuka abses dengan menggunakan batu-batu tajam
4. Menghentikan perdarahan dengan menggunakan batu-batu panas
5. Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit

Pengaruh Kepercayaan
a. Ajaran Alam
alam yang memberikan petunjuk tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang berdarah diberi balutan atau kain yang berwarna merah, kalo sakit kuning diberi obat minum dari akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning.
b. Ajaran Transmigrasi
Percaya adanya kekuatan pemindahan. misalnya kalo wanit akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan membuka lebar-lebar semua pintu

Perawatan pada berbagai bangsa dan negara:
a. Mesir
Dewa pengobatan dewa Isis. Ilmu ketabiban muncul pd 4800 SM. Sudah menggunakan spalk, bidai, alat pembalut, ilmu anatomi, ilmu higiens umum dan ilmu ttg obat. Kitab Papyrus memuat 700-an resep obat dari Mesir

b. Babylon dan Syria
Ilmu anatomi dan obat ada sejak bbrapa abad SM. pd abad 680 SM sudah mampu menahan mimisan dan mengobati jerawat. Pengobatan dan perawatan berhubungan dengan kepercayaan menyembah dewa.

c. Yahudi Kuno
Ilmu dapet dari Mesir. Misalnya : yang terkenal adalah Musa, Ahli higiene. Yahudi memajukan minat besar dalam kebersihan umum dan kebersihan diri. UU ini menjadi dasar higiene modern dan sesuai dgn bakteriologi zaman sekarang, misalnya :
- Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan dimakan
- Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
- Pelarangan makan Babi krn menyebabkan suatu penyakit
- Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya sehingga dapat diambil tindakan.

d. India
Memuja dan meminta pertolongan kepada dewa dikuil untuk menyembuhkan orang sakit. Telah didirikan RS pada masa Raja Asoka kurang lebih 8 RS yang lalu dijadikan sekolah pengobatan dan perawatan.

e. Tiongkok
TElah mengenal penyakit Siphilis dan GO. Pencacaran telah dilakukan 1000 SM. Ilmu urut dan psikoterapi.
Orang yang terkenal dlm ketabiban :
1. Seng Lung, "bapak pengobatan, ahli PDL telah mengunakan obat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral (garam-garaman). Semboyan : Lihat, Dengar, Tanya Rasa
2. Chang Chung Ching, 200 SM, mengerjakan lavement menggunakan bambu.

f. Yunani
Pada zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheis). Dewa pengobatan, Putri. Dewa kesehatan, Higiene. Kuil untuk pemujaan sekaligus pengobatan dan perawatan orang sakit dibangun pada 1134 SM. Orang-orang ternama dalam ketabiban :
- Hipocrayes, hidup 400 SM -> Bapak pengobatan. Jasa:
^ Dasar cara pengobatan sampai sekarang ini
^ Penyakit bukan karena setan tetapi karena rusaknya UU alam.
^ Mengembangkan teknik pemeriksaan badan
^ Mengajarkan supaya penderita sakit jiwa dirawat secara prikemanusiaan
^ Mengajarkan tentang makanan si sakit
^ Menganjurkan supaya penderitasakit jiwa dirawat ber-prikemanusiaan
^ Mengajarkan tt semangat pekerjaan, menghargai teman sejawat, bertanggungjawab thd si sakit yang menjadi sumpah hipocrates.
- Plato, ahli filsafat, otak sbg pusat kesadaran
_ Aristoteles, ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu hayat.

g. Roma
RS nya disebut Valentrumdinari. Di swiss ditemukan barang ex. peralatan huknah, pot salep, istrumen bedah (pisau, pinset, klem arteri, spekulum). Terkenal : Julius Caesar (1010-44 SM). Wali negara yang mengakui guru higiene dan menganjurkan kesehatan dan kebersihan.

h. Irlandia
Pengetahuan tt pengobatan sudah tahu lama SM. Abad ke 3 SM, putri Macha mendirikan RS Broin Beargh ut orang miskin sakit.

i. Amerika
Bangsa Asteken mendirikan RS sederhana di Amrik Utara, RS San Jesu Nazarenco didirikan San Cortez dari Meksiko pada 1521.


Zaman Permulaan Masehi
Mengenal Agama. Lord Konstantine agama Kristen berkembang. Ia mendirikan Xenodhoechim atau hospes, t4 penampungan org yang butuh pertlgn trtm perawatan dan pengobatan orang sakit. Ada Monastic Hospital, ada bangsal-bangsal orang sakit, cacat, miskin dan yatim piatu.
Asia barat daya yaitu timur tengah Agama islam. berkembang ilmu pasti, higiene, kimia dan obat. Keperawatan lebih maju. Prinsip dasar kebersihan diri, makanan, air dan lingkungan. Tokoh terkenal Rufaidah

Zaman Pertengahan Masehi
Orientasi kekuasaan. Banyak perang, eksploitasi kekayaan alam (kolonialisme), tempat ibadah tutup. Pengaruh pada keperawatan:
1, ber

Jumat, 16 Juli 2010

LUKA

WOUND HEALING

I. PENDAHULUAN

Luka atau vulnera adalah hilangnya kontinuitas dari jaringan tubuh baik pada kulit, membran mukosa, otot dan saraf. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, sengatan listrik, atau gigitan hewan.

Penyembuhan luka yang normal memerlukan suatu rangkaian peristiwa yang kompleks yang terjadi secara simultan pada jaringan epidermis, dermis dan subkutis, itu suatu yang mudah membedakan penyembuhan pada epidermis dengan penyembuhan pada dermis dan perlu diingat bahwa peristiwa itu terjadi pada saat yang bersamaan. Proses yang kemudian terjadi pada jaringan yang rusak ini ialah penyembuhan luka yang dibagi dalam tiga fase yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase remodelling jaringan yang bertujuan untuk menggabungkan bagian luka dan mengembalikan fungsinya.

II. KLASIFIKASI LUKA

Jenis-jenis luka dapat dibagi atas dua bagian, yaitu luka terbuka dan luka tertutup

1. Luka terbuka; terbagi pada luka tajam dan luka tumpul

a) Luka tajam

- Vulnus scissum adalah luka sayat atau luka iris yang ditandai dengan tepi luka berupa garis lurus dan beraturan.

- Vulnus ictum atau luka tusuk adalah luka akibat tusukan benda runcing yang biasanya kedalaman luka lebih daripada lebarnya.

b) Luka tumpul

- Luka tusuk tumpul

- Vulnus sclopetorum atau luka karena peluru (tembakan).

- Vulnus laceratum atau luka robek adalah luka dengan tepi yang tidak beraturan, biasanya oleh karena tarikan atau goresan benda tumpul.

- Vulnus penetratum

- Vulnus avulsi

- Fraktur terbuka

- Vulnus caninum adalah luka karena gigitan binatang.

2. Luka Tertutup

- Ekskoriasi atau luka lecet atau gores adalah cedera pada permukaan epidermis akibat bersentuhan dengan benda berpermukaan kasar atau runcing.

- Vulnus contussum ( luka memar ); di sini kulit tidak apa-apa, pembuluh darah subkutan dapat rusak, sehingga terjadi hematom. Bila hematom kecil, maka ia akan diserap oleh jaringan sekitarnya. Bila hematom besar, maka penyembuhan berjalan lambat.

- Bulla akibat luka bakar

- Hematoma

- Sprain ; kerusakan (laesi) pd ligamen- ligamen / kapsul sendi

- Dislokasi ; terjadi pada sendi- sendi, hubungan tulang - tulang di sendi lepas / menjadi tdk normal sebagian

- Fraktur tertutup

- Laserasi organ interna/ Vulnus traumaticum; terjadi di dalam tubuh, tetapi tidak tampak dari luar. Dapat memberikan tanda-tanda dari hematom hingga gangguan sistem tubuh. Bila melibatkan organ vital, maka penderita dapat meninggal mendadak.

III. JENIS-JENIS PENYEMBUHAN LUKA

Penyembuhan luka dapat terjadi secara :

I.Per Primam

Yaitu penyembuhan yang terjadi setelah segera diusahakan bertautnya tepi luka biasanya dengan jahitan. Luka-luka yang bersih sembuh dengan cara ini, misalnya luka operasi dan luka kecil yang bersih. Penyembuhannya tanpa komplikasi, penyembuhan dengan cara ini berjalan cepat dan hasilnya secara kosmetis baik.

Fase-fase penyembuhan luka : 1) fase perlekatan luka, terjadi karena adanya fibrinogen dan limfosit, dan terjadi dalam 24 jam pertama. 2) fase aseptik peradangan, terjadi kalor, dolor, rubor, tumor dan functio laesa, pembuluh darah melebar dan leukosit serum melebar, sehingga terjadi edema. Terjadi setelah 24 jam. 3) fase pembersihan ( initial phase ), karena edema, leukosit banyak keluar untuk memfagositosis jaringan yang telah mati. 4) fase proliferasi, pada hari ketiga, fibroblas dan kapiler menutup luka bersama jaringan kolagen dan makrofag. Semua ini membentuk jaringan granulasi. Terjadi penutupan luka, kemudian terjadi epitelisasi. Pada hari ketujuh penyembuhan luka telah bagus. Berdasarkan hal ini pada luka bersih, (kecuali pada daerah yang banyak bergerak) jahitan dibuka minimal pada hari ke-7.

Fase-fase penyembuhan luka terbagi atas 3 :

1.Fase inflamasi

Peristiwa awal yang terjadi pada penyembuhan luka yaitu fase inflamasi, merupakan respons vaskuler dan seluler terhadap luka. Inflamasi dapat terjadi melalui aksi neutrofil, makrofag, dan limfosit yang di mediasi oleh growth factor dan mikrovaskuler dan perdarahan. Kemudian terjadi vasokonstriksi selama 5-10 menit yang diperantarai oleh epinefrin, prostaglandin, serotonin dan tromboxan. Vasokonstriksi menyebabkan luka menjadi pucat, mengurangi perdarahan, membantu agregasi platelet, dan menjaga agar komponen-komponen penyembuhan luka tetap berada dalam luka. Platelet yang diaktivasi oleh trombin akan melepaskan IGF-1, TGFα, TGFβ, dan PDGF, yang akan menyebabkan leukosit dan fibroblast berkumpul di dalam luka.

Fase inflamasi berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira-kira hari ke-5. Segera setelah timbulnya luka, terjadi vasokonstriksi luka yang menghentikan perdarahan, dan darah dalam luka akan membeku. Dalam waktu 5 - 10 menit vasodilatasi lokal timbul dan plasma merembes dari venula kecil ke jaringan sekitarnya. Leukosit polimorfonuklear dan monosit makin kental dan melekat pada endothelium kapiler. Segera seteleh itu, sel akan berpindah dari kapiler serta memulai pembersihan sel rusak dan bekuan darah melalui proses fagositosis. Leukosit polimorfonuklear paling jelas terlihat selama tahap awal reaksi ini. Pada peradangan kronis, leukosit mononuklear merupakan fagosit dominan dan dapat bergabung membentuk sel datia. Pada fase inflamasi ini terdapat beberapa proses yang berlangsung yaitu hemostasis dan inflamasi.

2. Fase proliferasi atau fase fibroplasti

Fase proliferasi berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira­-kira 3 minggu. Bersifat proliferasi dan pembentukan fibroblast yang berasal dari sel-sel mesenkhim. Fibroblas menghasilkan mukopolisakarida dan serat kolagen yang terdiri dari asam-asam aminoglisin, prolin dan hidroksiprolil. Mukopolisakarida mengatur serat-serat kolagen yang akan mempertautkan tepi luka. Serat-serat baru akan dibentuk, diatur, mengkerut, yang tidak diperlukan dihancurkan, dengan demikian luka mengkerut/mengecil.

Pada fase ini luka diisi oleh sel radang fibroblast, serat-serat kolagen, kapiler-kapiler baru, membentuk jaringan kemerahan dengan permukaan tidak rata, disebut jaringan granulasi.

Epitel sel basal di tepi luka lepas dari dasarnya dan pindah menutupi dasar luka, tempat diisi hasil mitosis sel lain. Proses migrasi epitel hanya berjalan ke permukaan yang rata atau yang lebih rendah, tak dapat naik.

Pembentukan jaringan granulasi berhenti setelah seluruh permukaan luka tertutup epitel dan mulailah proses pen"dewasaan" penyembuhan luka.

  1. Fase remodelling

a. Kolagen

Fase terakhir dan terlama dalam penyembuhan luka yaitu remodeling. Dapat berlangsung berbulan-bulan dan berakhir bila tanda radang sudah hilang. Proses utama yang terjadi yaitu remodelling kolagen yang dinamis dan pematangan jaringan parut. Penyimpanan kolagen pada hampir semua jaringan, termasuk luka merupakan keseimbangan antara aktivitas dan sintesis kolagen, dimana produksi dan degradasi ini berjalan terus menerus.

Remodelling kolagen selama fase ini bergantung pada berlangsungnya sintesis kolagen, dan adanya destruksi kolagen. Kolagenase dan matriks metalloproteinase (MMPs) terdapat pada luka untuk membantu pembuangan kolagen berlebihan pada sintesis kolagen baru yang berlangsung lama. Penghambat jaringan metalloproteinase membatasi enzim kolagenase ini sehingga terdapat keseimbangan antara pembentukan kolagen baru dan pembuangan kolagen lama.

Selama remodelling, fibronektin secara bertahap dan asam hyaluronat dan glikosaminoglikan akan digantikan proteoglikan. Kolagen tipe III digantikan oleh kolagen tipe I. Cairan diabsorbsi dari jaringan parut.

Fase remodelling atau fase resorbsi dapat berlangsung berbulan­-bulan. Dikatakan berakhir bila tanda-tanda radang sudah menghilang. Parut dan sekitarnya berwarna pucat, tipis, lemas dan tidak ada rasa sakit maupun gatal. Di sini proses kontraksi parut kelihatan dominan.

Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang lebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Udem dan sel-sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebihan diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan kira-kira 80% kemampuan kulit normal Hal ini kira-kira terjadi 3 - 6 bulan setelah penyembuhan.

b. Sitokin

Sitokin memungkinkan berjalannya seluruh komunikasi untuk interaksi antar sel. Mereka mungkin juga berperan penting dalam jalur farmakologis klinis diberbagai tempat penatalaksanaan penyembuhan luka. Misalnya, sitokin tampaknya mengatur peranan dan pengaturan fibrosis, penyembuhan luka kronik, cangkokan kulit, vaskularisasi, peningkatan kekuatan tendon dan barangkali juga mengendalikan proses keganasan. Sitokin merupakan protein non antibodi yang dilepaskan dari beberapa sel dan berfungsi sebagai mediator intraseluler. Sitokin terdiri dari limfokin dan interleukin.

FGF dasar (faktor pertumbuhan fibroblast) merupakan sitokin lain yang terikat pada heparin dan glikosaminoglikan yang mirip heparin. Sitokin ini merupakan suatu factor angiogenik yang kuat, menyebabkan migrasi sel epitel yang makin banyak, dan mempercepat kontraksi luka.

EGF (faktor pertumbuhan epidermis) adalah sitokin yang merangsang migrasi dan mitosis epitel. Sitokin ini dilaporkan dapat mempercepat reepitelisasi lokasi donor luka bakar.

II. Per Secundam

Proses penyembuhan ini terjadi lebih kompleks dan lebih lama. Luka jenis ini biasanya tetap terbuka. Dapat dijumpai pada luka-luka dengan kehilangan jaringan, terkontaminasi/terinfeksi. Penyembuhan dimulai dari lapisan dalam dengan pembentukan jaringan granulasi. Tujuan ini diperoleh dengan pembentukan jaringan granulasi dan kontraksi luka.

III. Per tertiam atau per primam tertunda

Disebut pula delayed primary closure. Terjadi pada luka yang dibiarkan terbuka karena adanya kontaminasi, kemudian setelah tidak ada tanda-tanda infeksi dan granulasi telah baik, baru dilakukan jahitan sekunder (secondary suture), setelah tindakan debridemen, dan diyakini bersih, tepi luka dipertautkan (4 - 7 hari).

IV . PENYEMBUHAN LUKA ABNORMAL

Keloid dan jaringan parut hipertropi.

Keloid adalah pertumbuhan yang berlebihan dari jaringan fibrosa padat yang biasanya terbentuk setelah penyembuhan luka pada kulit. Jaringan ini meluas melewati batas luka sebelumnya dan tidak mengalami regresi spontan dan cenderung tumbuh kembali setelah dilakukan eksisi. Keloid sulit dibedakan dengan scar hipertrofi, tetapi pada scar hipertrofik jaringan parut tidak meluas melampaui batas luka sebelumnya dan mengalami regresi spontan.

Beberapa faktor yang berpengaruh pada timbulnya keloid sebagai berikut:

  1. Herediter dan ras: pada bangsa negro lebih sering terjadi dibanding bangsa berkulit putih
  2. Umur dan faktor endokrin : keloid sering timbul pada usia muda, perempuan dan kehamilan.
  3. Jenis luka : keloid sering terjadi setelah adanya luka trauma karena bahan kimia, misalnya luka bakar, juga oleh proses peradangan yang lama sembuh.
  4. Lokasi trauma : luka dan peradangan yang terjadi di daerah presterna, kepala, leher, bahu dan tungkai bawah lebih mudah terjadi keloid.

V . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA

a. Faktor lokal:

1. Besar/lebar luka

Luka lebar atau besar biasanya sembuh lebih lambat dari luka kecil

2. Lokalisasi luka

Luka-luka yang terdapat di daerah dengan vaskularisasi baik (kepala dan

wajah) sembuh lebih cepat daripada luka yang berada di daerah dengan

vaskularisasi sedikit/buruk. Luka-luka di daerah banyak pergerakan (sendi

sendi) sembuh lebih lambat daripada di daerah yang sedikit/tidak bergerak

3. Kebersihan luka

Luka bersih sembuh lebih cepat dari luka kotor

4. Bentuk luka

Luka dengan bentuk sederhana sembuh lebih cepat. Misalnya vulnus ekskorisio atau vulnus scissum sembuh lebih cepat dari vulnus laceratum.

5. Infeksi

Luka terinfeksi sembuh lebih sulit dan lama..

b. Faktor umum:

1. Usia pasien

Pada anak-anak dan orang muda luka sembuh lebih cepat dibandingkan pada orangtua.

2. Keadaan gizi

Pada penderita dengan gangguan gizi misalnya malnutrisi, defisiensi dan avitaminosis vitamin tertentu, anemia, kaheksia, dan sebagainya, luka sembuh lebih lambat.

3. Penyakit penderita

Pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya diabetes militus, terutama yang tak terkendali, luka sukar dan lambat sembuhnya

ak dapet tambahan juga dr blog puskesmas jg,, tpi di-check lg kalo salah ya...^_^v

Penatalaksanaan

  • Antisepsis sekitar luka
    1. Cuci dengan betadine
    2. Pada fraktur terbuka : cuci dengan NaCl 0,9%
  • Antisepsis luka
    1. Untuk luka kotor : cuci dengan H2O2 (perhidrol) kemudian NaCl 0,9%
    2. Untuk fraktur terbuka : cuci dengan NaCI 0,9%
    3. Untuk luka bersih : cuci
    4. Selanjutnya beri betadine -> untuk semua jenis luka
  • Hecthing (Jahit) kalau memang diperlukan

Perhatikan :

luka dengan fraktur/ruptur tendon jangan dijahit, tetapi dicuci dengan NaCl 0,9% -> tutup dengan kasa steril, bila ada perdarahan -> ditampon / verban -> rujuk ke RSUD.

Pengobatan

  • Bila luka kotor/lebar/dalam beri ATS 1.500 IU (tes dulu) atau TT 0,5 ml
  • Inj. PP (tes dulu) atau inj Ampisilin 4x500mg-1gr per hari
  • Amoksisilin 3-4×500 mg
  • Analgesik -> jika perlu

Catatan Penting

  • Luka lecet cukup diolesi betadine tanpa ditutup, tanpa ATS, tanpa AB
  • Luka kecil yang hanya membutuhkan 1 jahitan boleh tanpa anestesi
  • Anestesi lokal diberikan sebelum luka dibersihkan, untuk mengurangi rasa sakit
  • Luka pada kepala, cukur dulu sekitar luka sebelum dijahit. Jahitan pada kepala dapat diangkat pada hari kelima atau kurang
  • Luka yang cukup dalam harus dijahit berlapis, bagian dalam memakai cut gat dan bagian luar memakai silk
  • Luka yang cukup panjang, jahitan sebaiknya mulai dari tengah
  • Luka berbentuk V, sudut dasar V dijahit terdahulu
  • Luka yang banyak mengeluarkan darah, terlebih dahulu klem dan jahit yang rapat pada sumber darah. Jika darah berhenti -> jahitan dilanjutkan.
  • Setelah selesai dijahit ternyata masih merembes -> bongkar -> Jahit ulang -> bekas jahitan didep agak kuat. Jika masih merembes -> rujuk ke RSUD
  • Pada kondisi terputusnya pembuluh darah besar -> klem/dep/ tampon yang kuat dengan kasa steril -> rujuk ke RSUD dengan infus terpasang
  • Selesai menjahit, dengan pinset sirurgi tepi kulit dibuat ektropion (membuka keluar)
  • Kontrol sebaiknya pada hari 3-4 setelah dijahit -> angkat jahitan pada hari ke 6-7
  • Pada luka yang terlalu panjang atau terjadi infeksi -> jahitan diangkat selang-seling (tidak sekaligus)
  • Pada waktu mengangkat jahitan, benang yang dipotong yaitu pada ujung yang berlawanan dengan simpul (untuk menghindari benang bagian luar ikut menyusup ke dalam)
  • Kalau pada jahitan terdapat PUS -> buka -> bersihkan, kompres dengan Revanol 2 kali sehari
  • Tidak semua luka perlu ATS -> lihat kriteria di atas