Word for These Days

Never become Weak. Never Give up!!! [SHINee a-yo]

Kamis, 15 Juli 2010

Resensi Novel BUMI CINTA Kang Abik

ini sbenarnya meng-copy blog org lain, tapi utk skedar informasi, yah saya share bwt tmen2 yg penasaran dgn Nvel ini, (sbetulnya saya sndiri yg pnasaran...krn tman sya menyebut2 nama ayyas) Awalnya sya pikir ntuh nama psti pemain bola... hahaha



CERITA


Dan tersebutkah seorang pemuda Indonesia bernama Muhammad Ayyas, seorang mahasiswa pasca sarjana di Delhi, India yang juga seorang santri. Muhammad Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ini berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.

Tibalah ia di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya David. David inilah yang mencarikan apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan budget yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata David hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan orang lain. Parahnya teman seapartemennya itu adalah dua orang wanita Rusia yang jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas pun bermula dari sini.

Yelena seorang pelacur kelas atas dan Linor seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim.

Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai di situ, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.

Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat. Di lain pihak Yelena tengah dilanda konflik dengan sang mucikari dan Linor sang agen Mossad tengah menyiapkan rencana jahat kepada Ayyas, yaitu menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman yang diarahkan agar Ayyas sebagai pelakunya.

Tiga wanita inilah yang mendominasi jalannya kisah dalam Bumi Cinta. Tidak ada konflik yang sedemikian hebat dalam kisah ini sebagaimana kita temui pada sosok Fahri yang sempat masuk penjara di Mesir, atau tokoh Furqon yang sempat terkena virus HIV. Di sini tokoh Ayyas hanya “nyaris” dipenjara karena difitnah melakukan pengeboman di Hotel Metropole oleh Linor.

Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya.


KEKURANGAN NOVEL

Lagi-lagi Kang Abik menampilkan tokoh yang terlalu sempurna di sini. Muhammad Ayyas memang dikisahkan tidak tampan dan juga tidak jelek, namun ia sangatlah cerdas, saleh, tawadhu, memiliki kepekaan sosial yang luar biasa, sangat romantis dan sifat-sifat baik lainnya. Bahkan berkali-kali Ayyas digambarkan menangis akan hal-hal yang ia anggap merupakan dosa atau mendekati dosa.

Banyak terdapat dialog-dialog yang sangat panjang yang jika kita bayangkan dalam dunia nyata ini akan sangat tidak realistis. Kang Abik dalam hal ini kurang halus dalam menyusupkan nilai-nilai dakwah. Tidak seperti dalam Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, dialog-dialog bermuatan dakwah dalam novel ini ada kesan menggurui dan terlalu berpanjang-panjang.

Plot cerita terasa sangat datar. Ketika peristiwa pengeboman terjadi saya berharap ini menjadi klimaks cerita tentang kedzaliman yang harus dihadapi Ayyas, namun sayang ini sekali ini tidak kita jumpai. Tokoh Ayyas di sini tidak menghadapi konflik yang berarti alias bahagia-bahagia saja sepanjang cerita.

Mengapa yang terpikat kepada Ayyas seluruhnya merupakan wanita-wanita cantik? walau pun dengan ragam latar belakang yang berbeda tetap ini merupakan gangguan buat saya pribadi ketika membacanya.


KELEBIHAN NOVEL

Sebagaimana novel sebelumnya, Bumi Cinta sarat degan muatan dakwah. Kisah romansa berbalut nilai dakwah ini disajikan dengan apik dan asyik untuk dinikmati. kang Abik juga menyelipkan kisah Sabra dan Sathila yang merupakan kisah pembantaian Zionis atas muslim Palestina.

Kang Abik menggambarkan kota Moskow dengan amat sangat detail, dari lokasi-lokasi strategis, gedung-gedung bersejarah, makanan khas Rusia, metro yang merupakan kebanggaan masyarakat Moskow, gaya hidup masyarakat di sana serta hal lainnya. Semua digambarkan dengan sangat jelas dan detail. Kutipan-kutipan bahasa Rusia juga benar-benar mampu menghanyutkan pembaca seakan benar-benar berada di negeri Rusia.

Akhir kisah yang menggantung, yaitu ketika Linor ditembak oleh agen Mossad setelah ia berhijrah ke Islam. Hingga halaman terakhir tidak diketahui apakah Linor ini akan mati atau selamat. Terus terang ini sangat membuat penasaran.


KEINDAHAN KOTA MOSKOW

Inilah beberapa foto beberapa lokasi yang menjadi latar belakang novel Bumi Cinta ini. Kita bisa membayangkan betapa indah dan cantiknya kota Moskow itu :)

Sheremetyevo Airport, bumi Rusia yang pertama dijejak Ayyas

Sheremetyevo Airport, bumi Rusia yang pertama dijejak Ayyas

Apartemen Kwartina, tempat tinggal Ayyas bersama Yelena dan Linor

Apartemen Kwartina, tempat tinggal Ayyas bersama Yelena dan Linor

MGU, Universitas kebanggaan masyarakat Moskow

MGU, Universitas kebanggaan masyarakat Moskow

KBRI di Moskow

KBRI di Moskow

Stasiun Metro Smoleskaya

Stasiun Metro Smoleskaya

Stasiun Metro Kievskaya

Stasiun Metro Kievskaya

Stasiun Metro Komsomolskaya

Stasiun Metro Komsomolskaya

Blue Mosque

Blue Mosque

Gereja St. Basil di Red Square (lapangan merah)

Gereja St. Basil di Red Square (lapangan merah)

Hotel Metropole yang menjadi sasaran pemboman dalam novel ini

Hotel Metropole yang menjadi sasaran pemboman dalam novel ini


KESIMPULAN

Bumi Cinta sebagaimana novel Kang Abik sebelumnya memang menawarkan sebuah kisah romansa yang sangat indah dengan tetap dibalut nilai-nilai Islami. Novel ini mampu membangunkan jiwa-jiwa terlelap akan kelalaian mensyukuri nikmat Tuhan. Sangat layak dibaca dan dikoleksi :)

Bumi Cinta
Habiburrahman El Shirazy
Penerbit BASMALA
546 halaman
Harga : Rp. 50.000,00

SO, what U gonna do? buy or borrow it???

Laporan Pertanggung Jawaban STudi Banding PSIK




Kegiatan ini pada awalnya dilaksanakan pada tanggal 24 – 31 Januari 2010, karena beberapa pertimbangan mengenai klinik dan rumah sakit, maka kami memajukan tanggal keberangkatan menjadi 22 – 29 Januari 2009. Secara keseluruhan, acara lancar, aman dan nyaman walaupun ada beberapa peserta yang mengeluh mabuk darat, pusing, atau mual, tapi semuanya bisa diatasi dengan baik.


Jum’at, 22 Januari 2010
Pada hari keberangkatan ada 2 tempat berkumpul, mengingat peserta berdomisili di Palembang dan Indralaya. Bagi peserta yang tinggal di Palembang, peserta berkumpul di Unsri Bukit jam 08.00

(busnya macet, pak joko narbudinya gak bisa dihubungin, bikin panik panitia. Sampai ada suara sumbang yang bilang, “Cobo be dak usah dibayar galo-galo duetnyo, geg ado macem-macem kito dak acak minta genti rugi”. Namun akhirnya, atika dan uswa pun dengan kecepatan penuh mengejar bus biru yang belok ke arah kiri bersebrangan dengan tempat kami menunggu. EH, bener kan feeling Atika, itu benar bisnya. Pertemuan atika, uswa , pak yoga dan pak budi pun menjadi awal perjalanan yang menyenangkan. Huee…kk. Walau busnya jalan nyangkut-nyangkut, coz kabel listrik di unsri terlalu pendek menghalangi laju bis Sari Mustika. Akhirnya kami disambut teman-teman yang sudah menunggu dengan penuh harap dan kecemasan. Mita pun karena ingin tahu, malah ikut-ikut jemput pake mobil cecep)

Sedangkan peserta yang tinggal di Indralaya, peserta berkumpul di depan RM. Sederhana jam 08.30 (dengan peluh keringat dan kekesalan setidaknya selama sejam menunggu. Bis yang tadinya tenang dan damai sudah menyadari nasibnya yang dalam tujuh hari ke depan akan menjadi sebentuk sketsa kandang s*p* berjalan. Sungguh tragis). Pada saat keberangkatan di Palembang, kami diberi arahan seputar perjalanan dari Tour Guide dan tempat apa saja yang akan kami kunjungi serta jalur mana yang akan dipakai. Panitia pun sudah mengecek kelengkapan untuk keberangkatan, baik dari obat-obatan, surat-surat yang harus dibawa, serta barang-barang yang diperlukan pada saat study banding ke Rumah sakit atau Universitas nanti. Panitia serta dosen pembimbing juga menyatukan visi dan misi demi kelancaran acara ini, begitu juga dengan crew dari agen travel.

Berikut ini nama-nama crew dari agen travel:
Tour Guide : Bapak Trijoko
Supir I : Bapak Ngashari
Supir II : Kak Yoga
Kenek : Kak Budi

Perjalanan akhirnya dimulai dengan melafazkan bismillah serta do’a demi keselamatan dan kelancaran kegiatan study banding ini.

Tepat jam 12 kami sampai di RM. Pagi Sore Kayu Agung, setelah ISHOMA sekitar jam 14.00 kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Bakauheuni, perjalanan lancar dan aman serta tidak ada kendala.

(APa katamu??? Yang benar saja lancar, omong kosong apa itu??? B*d*b*h... wong musti keliling-keliling nyari mushola buat solat… bête …. Mana cuaca sedang bersahabat sekali, jemuranku mungkin udah kayak kerupuk kalo kayak begini di rumah. Kami ngambil wudlu di toilet yang merk-nya BAK 1000, BAB 2000. Gimana ngira-ngiranya? Habis itu musti nunggu antrian di RM sebelah yang sempit amit. Ditemani lalat-lalat yang beterbangan di lantai. Pilu sekali. Untung semut-semut yang berbaris di dinding gak menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa disini... Setelah menunaikan ibadah sholat dzuhur yang penuh perdebatan panjang tentang tata cara shalat jamak, ternyata di bis, ada karaoke nganggur, LUCKY,,, mencari-cari kaset, malah keputer house music, yang bener-bener nge-remix abis. LAngsung kumatiin. Pada stress apa lagu begituan diputer dengan bus berkapasitas kurang lebih 50 orang ysag notabene nya beragama islam semua, . Sementara di luar bapak2 lagi sholat jumat. Aku langsung milih lagu yang slow-slow aje. Dengan ramahnya, Anggi pun menyumbangkan sebuah lagu berjudul 'Buu...kit berbungaa....'. selama beberapa menit. Akhirnya pilihan balik lagi ke kaset D’masiv yang udah berapa kali diulang-ulang sepanjang jalan dari Palembang ke kayuagung. Biar puyeng, puyeng smua. Handphone pun sibuk dengan sms para penumpang di belakang yang minta lagu ini-itu yang mustahil ada di depan, buat pening panitia aja. Dan HAMPIR saja kakak tingkat yang kubales sms nya marah, karena ku sms-i BASENG2 krn lagi ngantuk dan capek. Ini salah uswa... , kayaknya studi banding tahun depan [aaamiin] musti bawa kaset Poco-poco atau SKJ byr gk pegal, ntar kusaranin yg mimpin barisan yah kepala geng saja, kalo nggak uswa, mita, ya Pebby)

Sampai disini dulu yah, ntar kalo ada kesempatan, all LPJ nya kuobrak-abrik lagi. Hihihi...

Salamku padamu ya temaaaan ^_^