Word for These Days

Never become Weak. Never Give up!!! [SHINee a-yo]

Selasa, 05 Mei 2009

mediciiiiiiiiine

[Supositoria]


Pemberian obat supositoria


a. Organ-organ tubuh yang dapat diberi obat supositoria:
Rektum , dubur.

b. Persiapan alat
Apabila supositoria dalam keadaan lunak, dinginkan dalam kulkas selama 30 menit supaya mengeras kembali, atau simpanlah di dalam kulkas.
Pada saat ingin menggunakan supositoria, buka pembungkus obat lalu basahilah supositoria dan masukkan jari dalam air

c. Persiapan Pasien
Pasien berbaring pada posisi miring di atas tempat tidur.

d. Prosedur
• Cuci tangan, suppositoria dikeluarkan dari kemasan aluminium foil, suppositoria dibasahi dengan air.
• Penderita berbaring dengan posisi miring dan suppositoria dimasukkan ke dalam rektum.
• Masukan supositoria dengan cara bagian ujung supositoria didorong dengan ujung jari sampai melewati otot sfingter rektal; kira-kira ½ - 1 inchi pada bayi dan 1 inchi pada dewasa.
• Pasien terus berbaring selama 15 menit.
• Jika suppositoria terlalu lembek untuk dapat dimasukkan, maka sebelum digunakan sediaan ditempatkan dalam lemari pendingin selama 30 menit kemudian tempatkan pada air mengalir sebelum kemasan dibuka.
• Setelah penggunaan suppositoria, tangan penderita dicuci bersi
e. Evaluasi Tindakan
Telah dilakukan penelitian tentang perbedaan antara metode disolusi intrinsik dan non-intrinsik untuk mengevaluasi pelepasan obat dari supositoria basis lemak. Penelitian dilakukan dengan cara membuat supositoria dengan basis lemak yang mengandung natrium salisilat sejumlah 50 mg, 100 mg, 150 mg, 200 mg dan 250 mg tiap supositoria, kemudian dilakukan uji disolusi terhadap supositoria tersebut dengan menggunakan alat uji disolusi intrinsik yang membatasi luas kontak muka antara supositoria dengan medium, dan alat uji disolusi non-intrinsik yang tidak membatasi luas kontak muka antara supositoria dengan medium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil pelepasan obat dari supositoria apabila dievaluasi dengan menggunakan intrinsik dan non-intrinsik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan obat yang diperoleh dengan metode non-intrinsik selalu menunjukkan harga yang lebih besar dibandingkan dengan metode intrinsik berapapun kadar obat yang terkandung di dalam supositoria, konsentrasi obat tidak menunjukkan hubungan yang proporsional dengan pelepasan obat walaupun menunjukkan tendensi pelepasan yang naik dengan naiknya konsentrasi obat.

Tidak ada komentar: